Sir David Attenborough, suara yang telah membimbing generasi melalui sudut-sudut alam yang paling terpencil, telah mencapai tonggak sejarah: ulang tahunnya yang ke-100. Lahir pada tanggal 8 Mei 1926, dekat London, penyiar dan naturalis ini telah menghabiskan satu abad tidak hanya mendokumentasikan keanekaragaman hayati bumi tetapi juga membentuk cara umat manusia memandang keberadaan bumi di dalamnya.
Meskipun Attenborough mengharapkan perayaan yang tenang, tanggapan global masih belum mereda. Dalam pesan yang dirilis oleh BBC, dia mengaku “sangat kewalahan” dengan sapaan yang diberikan mulai dari kelompok prasekolah hingga penghuni panti jompo. Di antara sekian banyak peserta, seekor tawon parasit kecil secara resmi diberi nama untuk menghormatinya—tambahan yang cocok untuk daftar panjang spesies yang menyandang namanya, termasuk genus reptil laut, echidna yang terancam punah, dan udang hantu.
Dari Pemburu Fosil menjadi Ikon Global
Perjalanan Attenborough dimulai bukan di studio televisi, melainkan di lumpur masa kanak-kanak. Saat masih kecil, ia gemar mengoleksi fosil dan hewan, bahkan mendapat sedikit penghasilan dengan memasok kadal air ke departemen zoologi universitas milik ayahnya. Setelah mempelajari geologi dan zoologi di Universitas Cambridge, ia bergabung dengan BBC pada tahun 1952 sebagai produser.
Karir awalnya ditentukan oleh eksplorasi. Pada tahun 1954, ia bersama-sama meluncurkan Zoo Quest dengan pakar reptil Jack Lester, sebuah serial yang membawa pemirsa melampaui batas kebun binatang menuju alam liar. Pada akhir 1960-an, Attenborough menjadi Direktur Pemrograman Televisi BBC. Namun, ia mengundurkan diri dari jabatan eksekutif pada tahun 1972, menolak pertimbangan untuk peran Direktur Jenderal. Dia malah memilih untuk mengabdikan dirinya sepenuhnya pada penulisan dan produksi, sebuah keputusan yang memungkinkan dia untuk membuat film dokumenter yang akan menjelaskan warisannya.
Warisan Ditentukan oleh Keingintahuan, Bukan Status
Meskipun memenangkan empat Emmy dan beberapa BAFTA selama beberapa dekade perubahan teknologi—dari film hitam-putih ke 3D—Attenborough tetap teguh pendiriannya. Rekan kerja menggambarkannya sebagai “pria normal” yang terbang dengan kelas pelatih dan bersikeras membantu membawakan tas anggota kru.
“Siapa yang Anda lihat di TV adalah siapa dia…. Dia benar-benar tertarik pada segala hal,” kata Gavin Thurston, sinematografer yang pernah bekerja dengan Attenborough di berbagai serial.
Namun, kerendahan hati tidak berarti kurangnya wewenang. Keith Scholey, salah satu direktur Silverback Films, mencatat bahwa Attenborough menguasai ruangan dengan kehadirannya dan mempertahankan etos kerja yang “fenomenal”. Dia mengharapkan keunggulan dari semua orang di sekitarnya, didorong oleh kebutuhan mendalam akan keakuratan ilmiah.
Pergeseran dari Pengamat ke Advokat
Selama sebagian besar karirnya, Attenborough menghindari komentar politik, dengan berpegang pada kode pribadi yang ketat: dia hanya akan berbicara jika dia dapat membuktikan pendapatnya secara kategoris dan ilmiah. Kehati-hatian ini terkadang menuai kritik pada tahun-tahun awalnya, dan beberapa orang berpendapat bahwa dia tidak cukup bersuara mengenai masalah lingkungan.
Namun, seiring dengan semakin cepatnya krisis iklim, suara Attenborough juga ikut meningkat. Dalam beberapa tahun terakhir, ia beralih dari pengamat menjadi advokat mendesak. Pada KTT iklim COP26 tahun 2021, ia menyampaikan peringatan keras:
“Pembakaran bahan bakar fosil, perusakan alam, pendekatan kita terhadap industri, konstruksi dan pembelajaran, melepaskan karbon ke atmosfer dengan kecepatan dan skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.”
Pergeseran ini mencerminkan tren yang lebih luas dalam jurnalisme dan aktivisme lingkungan: kesadaran bahwa mendokumentasikan keindahan saja tidak lagi cukup; menjelaskan ancaman terhadap keindahan itu penting. Proyek terbaru Attenborough, termasuk film tahun 2025 Ocean with David Attenborough, melanjutkan misi ganda yaitu kekaguman dan advokasi.
Mengapa Abad Ini Penting
Peringatan seratus tahun Attenborough lebih dari sekadar perayaan umur panjang; ini adalah penanda perubahan hubungan antara manusia dan alam. Ia memulai karirnya ketika alam dipandang sebagai sumber daya untuk dieksploitasi atau sebagai suatu keingintahuan untuk diamati. Saat ini, ia merupakan salah satu tokoh paling berpengaruh yang berpendapat bahwa alam adalah sebuah sistem yang tidak dapat dipisahkan dari kita—dan sistem yang saat ini masih rapuh.
Optimismenya yang abadi mungkin merupakan alatnya yang paling ampuh. Daripada hanya berbasa-basi, Attenborough telah menghabiskan waktu satu abad membuka pintu, menunjukkan kepada pemirsa warna-warni terumbu karang yang menakjubkan dan kehidupan invertebrata yang rumit. Dia telah membuat jutaan orang terpesona dengan kisah-kisah tentang spesies dan tempat, dengan harapan bahwa keajaiban ini akan menghasilkan perlindungan.
Saat ia memasuki dekade kesepuluh, pertanyaannya bukan hanya berapa lama ia akan terus mengudara, namun apakah dunia akan mendengarkan peringatan yang tertanam dalam karya hidupnya. Jawabannya mungkin menentukan masa depan planet yang telah ia rayakan selama satu abad.

















