Pakar Kesehatan Jantung Mendesak Pola Makan Nabati, Membandingkan Pedoman Baru Pemerintah

28

American Heart Association (AHA) telah menegaskan kembali saran dietnya yang sudah lama ada: prioritaskan sumber protein nabati daripada daging dan konsumsi alkohol dalam jumlah sedang untuk kesehatan jantung yang optimal. Panduan ini sangat kontras dengan revisi piramida makanan AS baru-baru ini, yang diperjuangkan oleh Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Robert F. Kennedy, Jr., yang menganjurkan peningkatan asupan daging merah dan susu murni.

Ilmu Pengetahuan di Balik Rekomendasi

Penelitian selama puluhan tahun menghubungkan pola makan tinggi lemak jenuh – yang umum terjadi pada daging merah dan produk susu berlemak penuh – dengan peningkatan risiko penyakit jantung dan komplikasi kesehatan terkait. Rekomendasi terbaru AHA, yang diterbitkan dalam Circulation, menekankan sembilan faktor kunci untuk mengurangi risiko kardiovaskular. Hal ini termasuk menyesuaikan asupan kalori berdasarkan tingkat aktivitas, mengonsumsi banyak buah dan sayuran, memilih biji-bijian dibandingkan karbohidrat olahan, dan memprioritaskan lemak tak jenuh dibandingkan lemak jenuh.

Pesan intinya sederhana: beralih ke protein nabati, makanan laut, dan produk susu rendah lemak dapat meningkatkan kesehatan jantung secara signifikan. Menghindari makanan ultraproses, membatasi tambahan gula, mengurangi asupan garam, dan mengurangi konsumsi alkohol juga penting.

Perbedaan yang tajam dalam Saran Diet

Pedoman AHA sebagian besar mencerminkan rekomendasinya pada tahun 2021, dengan pembaruan yang mencerminkan penguatan bukti ilmiah. Namun, revisi piramida makanan yang diusulkan oleh departemen Kennedy Jr. menunjukkan perubahan besar dari saran nutrisi yang sudah ada. Piramida baru menunjukkan protein yang lebih tinggi, lebih banyak daging, lebih banyak produk susu berlemak penuh, dan peningkatan asupan lemak jenuh seperti mentega dan lemak sapi.

“Fokus pada protein [dalam piramida makanan baru] adalah sebuah eufemisme untuk daging dan daging merah,” kata Marion Nestle, profesor studi makanan dan nutrisi di New York University. “AHA ingin masyarakat memahami bahwa sumber protein nabati lebih sehat.”

Upaya Kolaboratif Meski Ada Perbedaan pendapat

Meskipun ada pendekatan yang berbeda, juru bicara HHS Andrew Nixon mengakui keselarasan pada prinsip-prinsip inti: “Makan makanan asli, hindari makanan olahan, dan batasi biji-bijian olahan dan tambahan gula.” Departemen ini menyatakan kesediaannya untuk bekerja sama dengan AHA untuk mempromosikan prinsip-prinsip ini dan mengatasi meningkatnya epidemi penyakit kronis terkait pola makan.

Penekanan AHA yang terus-menerus pada lemak tak jenuh – dari kacang-kacangan, biji-bijian, dan alpukat – semakin menjauhkan pedomannya dari promosi lemak sapi sebagai sumber lemak sehat yang dilakukan oleh Kennedy Jr., sebuah klaim yang dibantah oleh sebagian besar pakar nutrisi.

Intinya, perdebatan ini menyoroti pertentangan mendasar antara konsensus ilmiah yang ada dan rekomendasi pemerintah mengenai praktik pola makan yang optimal. Posisi AHA tetap berakar kuat pada nutrisi berbasis bukti, yang menganjurkan pendekatan yang mengutamakan kesehatan jantung jangka panjang.