Bakteri Usus Terkait dengan Sembelit: Pemahaman Baru tentang Kesehatan Pencernaan

18

Para peneliti telah mengidentifikasi dua spesies bakteri yang mungkin memainkan peran penting dalam sembelit kronis, yang berpotensi membuka jalan bagi pengobatan yang lebih tepat sasaran. Penelitian yang dipublikasikan di Gut Microbes, menyoroti bagaimana bakteri ini mengganggu pelumasan alami usus besar, sehingga menyebabkan perlambatan pencernaan.

Peran Bakteri Usus dalam Buang Air Besar

Pencernaan yang sehat bergantung pada mikrobioma usus yang seimbang. Bakteri membantu memecah makanan, menyerap nutrisi, dan menjaga kotoran mengalir dengan lancar melalui usus. Namun, kombinasi bakteri tertentu dapat membuat sistem rumit ini menjadi tidak seimbang. Penelitian ini berfokus pada Bacteroides thetaiotaomicron dan Akkermansia muciniphila, yang bekerja bersama-sama untuk mendegradasi musin – lapisan pelindung dan pelumas di dalam usus besar.

“Studi ini mengidentifikasi mekanisme spesifik bakteri usus yang dapat menyebabkan sembelit. Perawatan yang ada saat ini sering kali gagal karena tidak mengatasi penyebab utamanya,” jelas Dr. Tomonari Hamaguchi, penulis utama dari Nagoya University.

Bagaimana Studi Mengungkap Hubungannya

Peneliti melakukan rekayasa genetika B. thetaiotaomicron untuk menghentikannya memecah musin. Mereka kemudian mentransplantasikan bakteri yang dimodifikasi ini dan A. muciniphila pada tikus. Hasilnya sangat mengejutkan : tikus dengan bakteri yang dimodifikasi dapat mempertahankan musin kolon tetap utuh dan buang air besar secara teratur. Hal ini menegaskan bahwa efek gabungan dari kedua bakteri ini sangat penting untuk mengganggu kesehatan pencernaan.

Mengapa Ini Penting

Sembelit adalah masalah yang sangat umum, menyebabkan 2,5 juta kunjungan dokter setiap tahunnya di AS. Sembelit kronis mempengaruhi hingga 20% orang di Amerika Utara, dengan tingkat yang lebih tinggi terjadi pada wanita dan orang lanjut usia. Perawatan yang ada saat ini seringkali hanya bersifat sementara karena tidak mengatasi akar permasalahannya.

Penelitian baru ini menunjukkan bahwa memanipulasi keseimbangan bakteri ini dapat menghasilkan solusi yang lebih efektif dan berjangka panjang. Meskipun belum jelas seberapa luas penyebaran bakteri ini pada populasi manusia, memahami peran bakteri ini merupakan langkah penting menuju kesehatan pencernaan yang lebih baik.

Temuan ini membuka kemungkinan terapi yang dipersonalisasi untuk memulihkan kadar musin, membantu orang mengatasi sembelit kronis tanpa bergantung pada pengobatan sementara.