Selama beberapa dekade, para astronom telah mengamati lubang hitam supermasif (SMBH) di pusat sebagian besar galaksi besar. SMBH ini secara berkala mengkonsumsi materi dan mengeluarkan pancaran energi dan partikel yang kuat. Sebuah studi baru-baru ini mengungkapkan bagaimana aktivitas ini secara aktif menekan pembentukan bintang di galaksi spiral, sebuah fenomena yang sebelumnya hanya dipahami secara luas.
Jet Goyah: Mekanisme Baru Regulasi Galaksi
Para peneliti yang mempelajari galaksi VV 340A, yang terletak 450 juta tahun cahaya jauhnya, menemukan bahwa pusat SMBH memancarkan jet unik yang bergetar. Tidak seperti aliran keluar konvensional yang memanaskan atau memampatkan gas di sekitarnya untuk memicu kelahiran bintang, jet ini bertindak seperti “bajak salju kosmik”, yang secara paksa mengeluarkan gas yang dibutuhkan untuk bintang-bintang baru. Temuan ini dipresentasikan pada pertemuan musim dingin American Astronomical Society.
Ahli astrofisika Justin Kader menjelaskan bahwa aliran keluar lubang hitam biasanya terbagi dalam dua kategori: mode radiasi, saat piringan akresi panas mengembang, dan mode yang digerakkan oleh jet, saat pancaran terfokus memampatkan awan gas. VV 340A menentang keduanya. Jetnya tidak lurus tetapi berbentuk seperti huruf “S”, dan efeknya sangat berbeda.
Anomali VV 340A: Jet yang Beraksi
VV 340A merupakan bagian dari sistem penggabungan dengan VV 340B, sehingga membentuk konfigurasi angkasa yang khas. Orientasi VV 340A yang menghadap ke tepi memungkinkan para peneliti menyelidiki wilayah tengahnya secara efektif. Dengan menggunakan Teleskop Luar Angkasa James Webb, mereka mendeteksi awan plasma super panas yang belum pernah terjadi sebelumnya yang membentang hampir 20.000 tahun cahaya. Pengamatan lebih lanjut memastikan bahwa plasma ini dikeluarkan dengan kecepatan tinggi, sejajar dengan jet SMBH yang bergoyang.
Goyangan ini, atau presesi, menyerupai gerakan gasing yang berputar atau alat penyiram rumput. Saat SMBH berputar, jetnya menyapu ruang angkasa, mendorong gas pembentuk bintang dengan kecepatan sekitar 20 massa matahari per tahun. Para peneliti memperkirakan proses ini dapat mengurangi umur pembentukan bintang VV 340A sekitar 250 juta tahun.
Pertanyaan Belum Terjawab: Lubang Hitam Biner atau Ketidakstabilan Disk?
Penyebab presesi jet tersebut masih belum pasti. Ada dua kemungkinan utama yang diajukan: ketidakstabilan cakram akresi (dimana gumpalan gas mengganggu cakram) dan adanya sistem biner SMBH. Jika dua lubang hitam mengorbit satu sama lain, interaksi gravitasinya dapat membuat jet tersebut berputar seperti selang. Meskipun bukti langsung mengenai SMBH biner masih kurang, hal ini masih merupakan hipotesis yang kuat.
Astronom Andrew Fabian mencatat bahwa pergerakan jet sebagai penggerak aliran gas adalah penemuan baru. Pengamatan dengan resolusi lebih tinggi dari teleskop masa depan seperti Teleskop Luar Angkasa Nancy Grace Roman milik NASA dapat membantu memecahkan misteri ini. Para peneliti telah mengidentifikasi 32 galaksi serupa untuk studi lebih lanjut, yang bertujuan untuk memahami bagaimana penggabungan galaksi mempengaruhi pembentukan bintang.
Dengan memahami bagaimana SMBH mengatur pembentukan bintang, para ilmuwan mendapatkan wawasan lebih dalam mengenai evolusi galaksi dan proses yang membentuk alam semesta.
Penemuan ini menyoroti interaksi kompleks antara lubang hitam dan galaksi induknya, sehingga memperkuat anggapan bahwa SMBH memainkan peran penting dalam mengendalikan pertumbuhan galaksi.

















