Terobosan Penelitian Pisang Menawarkan Harapan Melawan Ancaman Kepunahan

27

Buah kuning favorit dunia, pisang, menghadapi ancaman serius dari penyakit jamur yang menyebar dengan cepat yang dikenal sebagai penyakit layu Fusarium, atau penyakit Panama. Ini bukanlah masalah baru; pada tahun 1950-an, penyakit ini memusnahkan varietas pisang Gros Michel yang populer, sehingga memaksa para petani untuk beralih ke pisang Cavendish – yang sekarang sedang diserang. Masa depan industri senilai $140 miliar ini, dan ketahanan pangan bagi lebih dari 400 juta orang, bergantung pada pencarian solusi.

Ancaman: Penjelasan Layu Fusarium

Layu Fusarium disebabkan oleh jamur yang ditularkan melalui tanah yang menghalangi transportasi unsur hara dalam tanaman pisang, sehingga menyebabkan layu dan akhirnya mati. Strain yang paling agresif, Sub Tropical Race 4 (STR4), menyerang pisang di daerah subtropis sehingga menjadi perhatian global. Patogen ini bertahan di dalam tanah, sehingga setelah terinfeksi, lahan tidak dapat digunakan lagi selama bertahun-tahun.

Penemuan Genomik Baru Menawarkan Jalur Perlawanan

Para peneliti di Universitas Queensland di Australia telah mengidentifikasi wilayah genom utama pada pisang liar yang memberikan resistensi terhadap STR4. Tim tersebut, setelah lima tahun melakukan pembiakan dan pengujian intensif, menunjukkan dengan tepat lokasi spesifik pada kromosom 5 dalam varietas Calcutta 4 yang memberikan resistensi ini. Dengan mengawinkan silang Calcutta 4 dengan pisang Cavendish yang rentan, mereka mampu melacak gen pelindungnya.

“Mengidentifikasi dan menerapkan ketahanan alami dari pisang liar adalah solusi jangka panjang dan berkelanjutan terhadap patogen ini,” jelas Dr. Andrew Chen, salah satu penulis studi yang diterbitkan dalam Horticulture Research.

Dari Gen Liar hingga Tanaman Komersial

Pisang Calcutta 4 sendiri tidak layak secara komersial karena kualitas buahnya yang buruk. Namun, penemuan ini memungkinkan para ilmuwan untuk mengembangkan penanda molekuler yang secara efisien menyaring bibit pisang untuk mengetahui resistensi sebelum mereka menunjukkan gejala infeksi. Hal ini akan mempercepat program pemuliaan, mengurangi biaya dan mempercepat pengembangan varietas yang tahan penyakit dan dapat dimakan.

Langkah selanjutnya adalah menciptakan pisang yang tidak hanya tahan terhadap penyakit layu Fusarium tetapi juga memenuhi kebutuhan petani dan konsumen. Taruhannya besar: pisang adalah tanaman pangan terpenting keempat secara global, menyediakan 15–27% kalori harian bagi ratusan juta orang, dan 80% pisang dikonsumsi secara lokal.

Kolaborasi Industri adalah Kuncinya

Melindungi rantai pasokan pisang memerlukan upaya yang terkoordinasi. Seperti yang dinyatakan oleh CEO Fresh Del Monte Produce Mohammad Abu-Ghazaleh, industri harus secara kolektif mendukung petani dan menstabilkan produksi untuk mencegah hilangnya buah – dan mata pencaharian yang didukungnya –. Terobosan ini merupakan langkah penting menuju tujuan tersebut, namun penelitian, investasi, dan kolaborasi berkelanjutan sangat penting untuk memastikan masa depan di mana pisang tetap tersedia untuk generasi mendatang.