Badai musim dingin yang dahsyat diperkirakan akan menimbulkan kondisi badai salju di sepanjang Pantai Timur, membentang dari Maryland hingga tenggara New England, mulai Minggu malam dan berlangsung hingga Senin pagi. Meskipun banyak orang mengasosiasikan badai salju dengan hujan salju lebat, definisi resmi dari Layanan Cuaca Nasional berfokus pada angin kencang yang terus-menerus dan berkurangnya jarak pandang —faktor-faktor yang dapat membuat perjalanan menjadi sangat berbahaya.
Mendefinisikan Badai Salju: Ini Lebih Dari Sekadar Salju
Kunci terjadinya badai salju bukanlah seberapa banyak salju yang turun, melainkan intensitas angin dan hembusan salju. Layanan Cuaca Nasional mengklasifikasikan badai sebagai badai salju ketika kecepatan angin mencapai atau melebihi 35 mil per jam, disertai dengan “jatuhnya banyak” atau hembusan salju setidaknya selama tiga jam berturut-turut. Badai akhir pekan ini diperkirakan memenuhi kriteria tersebut, dengan wilayah yang berpotensi mengalami hujan salju setinggi satu hingga dua kaki dan hembusan angin dengan kecepatan 40 hingga 70 mph di sepanjang pantai dari New Jersey hingga New England.
Bahaya: Jarak Pandang dan Pemadaman Listrik
Kombinasi angin kencang dan hujan salju lebat dapat mengurangi jarak pandang secara drastis, sehingga jarak pandang menjadi kurang dari 0,25 mil—membuat berkendara atau bahkan berjalan di luar ruangan dapat membahayakan nyawa. Kota New York telah mengeluarkan larangan perjalanan, yang berlaku efektif pukul 9 malam. Minggu, untuk mencegah kecelakaan dan menjamin keselamatan masyarakat.
Selain bahaya perjalanan, badai ini juga menimbulkan risiko pemadaman listrik yang meluas. Salju yang lebat dan basah dapat membebani jaringan listrik dan dahan pohon, sehingga menyebabkan putusnya dan terganggunya layanan listrik.
Badai salju berbahaya karena menggabungkan visibilitas rendah dengan angin kencang—kondisi yang dapat dengan cepat mengubah perjalanan rutin menjadi situasi untuk bertahan hidup. Badai Pantai Timur adalah pengingat akan kekuatan musim dingin, dan penduduk di daerah yang terkena dampak harus mengambil tindakan pencegahan agar tetap aman.
Tingkat keparahan badai ini menggarisbawahi pentingnya memperhatikan peringatan cuaca dan bersiap menghadapi potensi gangguan. Baik itu menghindari jalanan atau mengamankan pasokan penting, pendekatan proaktif sangat penting ketika menghadapi kondisi badai salju.

















