NASA telah merilis gambar baru yang menakjubkan dari Teleskop Luar Angkasa Hubble, memperlihatkan formasi angkasa yang dijuluki “Cosmic Sea Lemon” (atau “Cosmic Sea Slug”). Terletak sekitar 5.000 tahun cahaya dari Bumi, struktur halus ini terletak di dalam tempat pembibitan bintang yang padat.
Pengamatan Selama Puluhan Tahun
Ini bukan pertemuan pertama Hubble dengan fenomena khusus ini. Teleskop ini awalnya menangkap wilayah gas ini di dalam Trifid Nebula —yang terletak di konstelasi Sagitarius—pada tahun 1997.
Untuk memperingati 36 tahun peluncuran Hubble pada 24 April 1990, para astronom memutuskan untuk mengunjungi kembali situs ini. Dengan membandingkan foto baru dengan foto asli tahun 1997, para ilmuwan dapat melakukan prestasi langka dalam astronomi: mengamati evolusi kosmik secara real-time.
Tanda Pertumbuhan dan Perubahan
Meskipun Nebula Trifid tetap dipenuhi awan seperti biasanya, perbandingan secara berdampingan mengungkapkan perubahan signifikan dalam anatomi “Sea Lemon”:
- The “Horn”: Semburan plasma yang dikeluarkan oleh protobintang (bintang yang sedang dalam proses pembentukan) telah bertambah panjang secara signifikan sejak pengamatan terakhir.
- The “Body”: Garis terang oranye dan merah di sepanjang tepi formasi telah meluas ke arah kanan.
Mengapa Perubahan Ini Penting
Dalam skala alam semesta yang luas, melihat perubahan fisik di nebula memberikan data penting bagi ahli astrofisika. Pergeseran halus ini bukan hanya sekedar estetika; mereka berfungsi sebagai bukti visual dari proses kekerasan dan energik yang mendorong pembentukan bintang.
Dengan melacak perluasan pancaran plasma dan pergerakan gas, para peneliti dapat lebih memahami bagaimana protobintang berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya dan bagaimana “pembibitan bintang” ini pada akhirnya menghasilkan tata surya yang stabil.
Evolusi “Cosmic Sea Lemon” memberikan gambaran sekilas tentang dinamika dan perubahan sifat wilayah pembentuk bintang, membuktikan bahwa bahkan sudut terjauh galaksi kita pun terus bergerak.
Kesimpulan
Dengan meninjau kembali target yang difoto hampir tiga dekade lalu, Hubble memberi para astronom studi longitudinal yang penting mengenai kelahiran bintang. Pengamatan ini membantu menjembatani kesenjangan antara model teoretis dan realitas kosmos yang terus berubah dan aktual.














