Jerzy Neyman bukan hanya seorang ahli matematika. Dia adalah arsitek aturan yang kita gunakan untuk menguji ide saat ini. Lahir di Bendery, sebuah kota di tempat yang sekarang disebut Moldova, ia tiba di dunia pada tanggal 16 April 1894. Ia meninggalkannya pada tanggal 5 Agustus 1981, di Oakland, California. Kehidupannya meliputi Kekaisaran Rusia, Polandia yang merdeka, dan akhirnya Amerika Serikat.
Dia berbicara bahasa Polandia. Dia bekerja dalam bahasa Rusia. Kemudian dia beralih ke bahasa Inggris. Melalui perubahan ini, dia membantu membangun teori statistik pengujian hipotesis. Ini bukanlah jargon akademis yang kering. Ini adalah tulang punggung ilmu pengetahuan modern. Tanpa kerangka kerjanya, kita tidak akan tahu bagaimana cara mengetahui apakah suatu obat baru berhasil atau apakah sebuah planet memang ada.
Pada tahun 1968, pemerintah AS menyadari dampak ini. Mereka memberinya penghargaan National Medal of Science. Suatu kehormatan yang pantas bagi seorang pria yang pindah dari keluarga berbahasa Polandia di Bessarabia untuk menjadi tokoh sentral di dunia akademis Amerika.
Dari Kharkov ke Berkeley
Awal karir Neyman adalah peta perubahan politik. Ia menjabat sebagai dosen di Institut Teknologi di Kharkov, Ukraina, dari tahun 1917 hingga 1921. Dunia sedang berubah. Kerajaan-kerajaan sedang runtuh.
Dia pindah ke Polandia. Di sana, dia bekerja sebagai ahli statistik di Institut Pertanian di Bydgoszcz. Pada tahun 1923, dia mengajar di Sekolah Tinggi Pertanian di Warsawa. Universitas Warsawa menambahkannya ke fakultasnya pada tahun 1928. Ia membangun reputasi.
Kemudian datanglah pindah ke London. Dari tahun 1934 hingga 1938, dia menjadi staf di University College. Namun awan perang mulai berkumpul. Dia berimigrasi ke Amerika Serikat.
Kalifornia menelepon. Ia bergabung dengan fakultas di Universitas California, Berkeley. Inilah titik baliknya. Dia tidak hanya bergabung dengan departemen tersebut. Dia membentuknya kembali. Pada tahun 1955, ia menjadi ketua Departemen Statistika yang baru.
“Di Berkeley dia membangun… apa yang kemudian dikenal sebagai pusat statistik matematika terkemuka di dunia.”
Dia menarik ahli statistik dan matematikawan. Mereka belajar di bawah bimbingannya. Mereka mempelajari metodenya. Simposium probabilitas dan statistik menjadi legendaris. Mereka sangat sukses. Mereka menarik pemikiran terbaik di bidangnya. Neymar tidak hanya mengajarkan statistik. Dia menciptakan sebuah hub.
Mengapa Pengujian Hipotesis Penting
Jadi, apa sih pengujian hipotesis itu? Begitulah cara kita memutuskan apakah sesuatu itu nyata atau hanya keberuntungan.
Pekerjaan Neyman meliputi estimasi dan pengujian. Dia tidak melihat mereka terpisah. Dia menggabungkan teori dengan aplikasi. Ini adalah gaya khasnya. Dia tidak ingin matematika hanya tinggal di menara gading. Dia menginginkannya di laboratorium. Di lapangan.
Dimana itu muncul?
– Genetika. Memahami bagaimana sifat diturunkan.
– Diagnosa medis. Memutuskan apakah suatu gejala mengindikasikan penyakit.
– Astronomi. Menemukan sinyal dalam kebisingan.
– Meteorologi. Memprediksi pola cuaca.
– Eksperimen pertanian. Menguji tanaman mana yang tumbuh paling baik.
Dia membuat statistik menjadi praktis. Dia menunjukkan bahwa matematika dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan dunia nyata. Inilah sebabnya mengapa mahasiswa dan peneliti















