Bagaimana Pertanyaan Retoris Membujuk Tanpa Menjawab

6

Pertanyaan retoris adalah perangkat sastra di mana Anda menanyakan sesuatu yang sebenarnya tidak Anda harapkan jawabannya. Responsnya sudah ada, tersembunyi dalam konteksnya. Ini juga disebut interrogatio atau erotema. Anda menggunakannya untuk menegaskan suatu hal, menyarankan ide, atau memaksa seseorang untuk berhenti sejenak dan berpikir.

Pertanyaan retoris mengasumsikan pendengar sudah setuju dengan Anda.

Kita selalu melihat trik ini dalam pidato dan esai argumentatif. Tujuannya bukan untuk memecahkan misteri. Itu untuk membujuk. Ini mensimulasikan sebuah dialog, tapi sebenarnya, ini adalah monolog yang disamarkan sebagai percakapan. Pembicara berasumsi bahwa audiens mempunyai sudut pandang yang sama. Jika Anda bertanya mengapa langit berwarna biru, Anda mungkin tidak melihat ke atas.

Ini bukan kueri standar. Ia tidak mencari informasi. Ia tidak menginginkan penjelasan. Ia menginginkan persetujuan.

Apakah Anda memerlukan tanda tanya untuk membuatnya berhasil? Kadang-kadang. Tanda baca membantu menandakan nada. Tapi tidak selalu. Jika strukturnya cukup jelas, konteksnya memberi tahu pembaca bahwa strukturnya bersifat retoris. Anda tidak memerlukan simbol jika maknanya sudah jelas.

Попередня статтяBagaimana Abraham de Moivre Mendefinisikan Teori Probabilitas di Abad ke-18
Наступна статтяSonam Wangchuk: Aktivis Ladakh di Balik Tuntutan Otonomi dan Protes Politik