Jacques Bertillon melakukan lebih dari sekedar menghitung orang. Dia mengerti apa arti hidup mereka. Lahir di Paris pada tahun 1851, ia menjadi salah satu pemikir pertama yang memperlakukan isu-isu sosial seperti ilmu pengetahuan. Penelitiannya mendorong statistik dari pinggiran ke inti ilmu-ilmu sosial. Meskipun ia meninggal pada tahun 1922, metodenya terus mempengaruhi pemahaman kita tentang dinamika populasi saat ini.
Dari Dokter Menjadi Analis Data
Dia memulai karirnya sebagai dokter. Latar belakang medis ini memberinya perspektif khusus. Dia melihat tubuh dan perilaku sebagai titik data. Pada tahun 1870-an dia telah mengubah fokusnya sepenuhnya. Dia mulai menganalisis tingkat perceraian dan bunuh diri di berbagai negara.
Ini adalah langkah yang berani. Masyarakat melihat hal-hal ini sebagai kegagalan moral dan tragedi pribadi. Bertillon melihatnya sebagai tren yang dapat diukur.
Pada tahun 1883, ia mengambil alih biro statistik vital di Paris. Ia menggantikan ayahnya Louis-Adolphe Bertillon. Di bawah arahan Jacques, kantor tersebut berkembang pesat. Mereka tidak lagi sekadar mengumpulkan data mentah. Mereka mengembangkan bentuk analisis tingkat lanjut. Data masuk lebih dalam. Pertanyaan-pertanyaannya menjadi lebih tajam.
Standarisasi Catatan Kematian
Salah satu warisannya yang paling abadi adalah klasifikasi penyebab kematian Bertillon. Sistem ini menciptakan standar statistik internasional yang seragam. Hal ini memungkinkan berbagai negara untuk membandingkan data kematian dengan konsistensi nyata. Sampai saat itu, pencatatan kematian seseorang masih membingungkan dan tidak konsisten. Klasifikasinya menertibkan daftar kesehatan masyarakat yang kacau.
“Bertillon memperlakukan masalah sosial seolah-olah itu adalah ilmu pengetahuan yang sulit.”
Ia juga mengakui bahwa pemerintah membutuhkan alat yang lebih baik. Dia menulis kursus dasar statistik administratif untuk membantu otoritas Perancis mengumpulkan data. Panduan ini diterbitkan pada tahun 1895. Panduan ini memberikan metode kuantitatif untuk birokrat non-matematika.
Memerangi alkoholisme dan penurunan populasi
Bertillon memiliki obsesi pribadi. Dia sangat prihatin dengan meningkatnya alkoholisme di Prancis. Ia juga prihatin dengan melambatnya pertumbuhan penduduk dibandingkan negara lain. Ini bukan hanya kepentingan akademis. Dia menganggap mereka sebagai ancaman bagi masa depan negara.
Penelitiannya menghasilkan dua publikasi besar.
- L’Alcoolisme et les moyens de le Battletre Jugés par l’expérience (1904). Buku ini menganjurkan perjuangan melawan alkoholisme tidak hanya berdasarkan teori tetapi juga pengalaman dan pengetahuan.
- La Dépopulation de la France (1911). Di sini ia menganalisis penyebab stagnasi populasi Perancis.
Karya-karyanya menunjukkan keyakinannya bahwa kebijakan harus didorong oleh bukti. Dia hanya tidak ingin tahu apa yang sedang terjadi. dia ingin memperbaikinya.
Mengapa pendekatannya penting saat ini
Kita sering menganggap data sebagai penemuan modern. Ini tidak benar. Bertillon menunjukkan bahwa perilaku manusia dapat dipetakan. Ia menunjukkan bahwa permasalahan sosial dapat diselesaikan dengan menggunakan metode kuantitatif. Karyanya selanjutnya mendorong penggunaan statistik dalam ilmu-ilmu sosial.
Saat ini, kita menganggap remeh analisis demografi. Kami mengandalkan perkiraan populasi. Kami mengandalkan kode kesehatan standar. Infrastruktur ini berawal dari seorang ahli statistik Perancis yang menolak menerima bahwa permasalahan sosial adalah misteri yang belum terpecahkan.
Angka-angka menceritakan kisahnya. Bertillon mengajarkan kita untuk mendengarkan.













