Sejarah Universitas Oxford: Panduan tentang Kolese, Asal Usul, dan Warisannya

42

Ini dimulai dengan buku. Bukan jenis yang Anda lihat di perpustakaan modern, melainkan buku-buku tebal yang ditulis tangan oleh para cendekiawan abad pertengahan. Universitas Oxford lebih tua dari kebanyakan negara. Ini tumbuh secara organik dari kegiatan mengajar di Oxford, Inggris, kemungkinan besar dimulai pada abad ke-12. Tidak ada satu pun “tanggal pendirian”. Anda dapat mengetahui perguruan tinggi awal, tetapi universitas itu sendiri baru saja… muncul. Ini mencontoh Universitas Paris. Struktur awal mencakup teologi, hukum, kedokteran, dan seni liberal.

Universitas manakah yang tertua di dunia berbahasa Inggris?

Oxford memegang gelar itu. Tidak ada saingan ketika Anda melihat bukti pengajaran. Catatan paling awal tentang pengajaran di Oxford berasal dari tahun 1096. Meskipun pengajaran mengalami kemunduran selama suatu periode, pengajaran itu bangkit kembali dengan cepat. Pada awal abad ke-12, universitas kembali menjalankan bisnisnya. Ini berkembang pesat. Universitas terpecah menjadi dua kelompok utama: sarjana utara dan selatan. Perpecahan ini menciptakan fondasi bagi sistem perguruan tinggi yang kita lihat sekarang.

Perguruan Tinggi Pertama

Sistem perguruan tinggi tidak bersifat instan. Butuh waktu berabad-abad untuk menjadi kokoh. Perguruan tinggi paling awal yang masih beroperasi memberikan petunjuk terbaik tentang era ini. University College didirikan pada tahun 1249. Ia mengklaim sebagai yang tertua. Balliol College segera menyusul setelahnya, sekitar tahun 1263. Merton College didirikan pada tahun 1264. Ketiganya membentuk landasan struktur perguruan tinggi Oxford.

Yayasan awal lainnya termasuk Oriel College (1326) dan Pembroke College (1347). Setiap perguruan tinggi memiliki master dan rekannya sendiri. Mereka menyediakan perumahan bagi para ulama. Mereka juga menawarkan bantuan keuangan. Model ini mengubah cara kerja pendidikan. Ini menciptakan komunitas di dalam komunitas. Para sarjana tinggal, makan, dan belajar bersama.

Cendekiawan Awal Terkemuka

Hasil intelektual pada abad-abad awal ini sungguh mencengangkan. Universitas ini menghasilkan para pemikir yang membentuk filsafat dan teologi Barat. Roger Bacon belajar di sana pada abad ke-13. Dia menekankan observasi empiris. Karyanya meletakkan dasar bagi metode ilmiah. John Duns Scotus juga belajar dan mengajar di Oxford. Dia adalah tokoh utama dalam skolastik. William dari Ockham adalah nama lain lho. Dia mengusulkan prinsip kekikiran, yang dikenal sebagai “Pisau Cukur Ockham”.

Lalu ada John Wycliffe. Ia belajar di Oxford pada tahun 1370-an. Kritiknya terhadap pendeta menyebabkan munculnya gerakan Lollard. Gerakan ini menantang otoritas Gereja. Hal itu kontroversial. Itu berbahaya. Namun hal ini menunjukkan gejolak intelektual di dalam lingkungan universitas.

Renaisans dan Ekspansi

Renaisans membawa energi baru. Para sarjana dari seluruh Eropa berbondong-bondong ke Oxford. Desiderius Erasmus berkunjung pada awal abad ke-16. Ia meningkatkan reputasi universitas sebagai pusat pembelajaran humanis. Sir Thomas More juga belajar di sini. Dia kemudian menjadi Lord Chancellor Inggris. Masa-masanya di Oxford membentuk karier hukum dan politiknya.

Pada periode ini, kurikulum diperluas. Bukan lagi sekedar teologi dan hukum. Fakultas ilmu fisika bermunculan. Ilmu politik ditambahkan. Universitas beradaptasi dengan perubahan dunia. Gereja ini tetap terikat erat dengan Gereja Anglikan, namun juga demikian

Попередня статтяTaksonomi Bloom: Bagaimana Kerangka Kerja 1956 Masih Membentuk Tujuan Pembelajaran
Наступна статтяKata Benda Kolektif vs. Individu: Panduan Praktis untuk Pembelajar Bahasa