Bonobo Mendemonstrasikan Pemahaman tentang Permainan Pura-pura, Menantang Pandangan Kognisi yang Berpusat pada Manusia

32

Sebuah studi baru yang diterbitkan dalam Science memberikan bukti kuat bahwa Kanzi, seekor bonobo mati yang terkenal karena kemampuan komunikasinya yang canggih, memahami konsep kepura-puraan – kemampuan untuk memahami dan berpartisipasi dalam skenario imajiner. Temuan ini menunjukkan bahwa kapasitas berpikir abstrak dan imajinasi mungkin tidak hanya dimiliki manusia, sehingga menimbulkan pertanyaan tentang kognisi hewan dan sifat kesadaran.

Terobosan Kanzi: Menguji Pura-pura dengan Jus dan Anggur

Penelitian yang dipimpin oleh Amalia Bastos ini didasarkan pada eksperimen psikologi perkembangan klasik yang digunakan pada anak-anak manusia. Peneliti menghadiahkan Kanzi cangkir transparan, kendi kosong, dan jus buah. Mereka kemudian berpura-pura menuangkan jus ke dalam cangkir, “menuangkan” salah satunya sebelum bertanya kepada bonobo di mana jus itu berada.

Kanzi secara konsisten menunjuk cangkir yang tampaknya masih berisi jus, menunjukkan pemahaman bahwa tindakan tersebut tidak nyata. Eksperimen tersebut direplikasi dengan “anggur” yang berpura-pura, dan menghasilkan hasil yang serupa. Ketika ditawari pilihan antara jus asli dan palsu, Kanzi diperkirakan lebih menyukai minuman asli – meskipun hal ini tidak meniadakan pemahamannya tentang skenario pura-pura.

Mengapa Ini Penting: Melampaui Keistimewaan Manusia

Selama beberapa dekade, ilmu kognitif sebagian besar berpusat pada kecerdasan manusia sebagai tolok ukurnya. Penelitian ini menantang asumsi tersebut. Kemampuan Kanzi untuk berpura-pura menunjukkan bahwa proses mental yang mendukung imajinasi mungkin lebih tersebar luas di dunia hewan daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Hal ini memiliki implikasi yang lebih luas : jika bonobo dapat memahami kepura-puraan, hal ini akan menimbulkan pertanyaan tentang kemampuan kognitif spesies lain, khususnya spesies dengan struktur sosial yang kompleks. Mengapa kemampuan ini berevolusi pada bonobo? Apakah ini terkait dengan interaksi sosial, pemecahan masalah, atau hal lain?

Skeptisisme dan Penelitian Masa Depan

Tidak semua ilmuwan yakin. Daniel Povinelli, seorang profesor biologi, berpendapat bahwa Kanzi mungkin hanya mengikuti isyarat manusia tanpa harus memahami konsep dasar kepura-puraan. Dia berpendapat bahwa bonobo mungkin merespons tindakan para peneliti, bukan skenario khayalan itu sendiri.

Meskipun ada keraguan, temuan ini mendukung bukti anekdot mengenai perilaku serupa pada kera lain. Simpanse betina terlihat membawa tongkat seolah-olah mereka masih bayi, dan simpanse yang ditangkap meniru permainan dengan benda tak kasat mata. Penelitian ini menggarisbawahi perlunya penyelidikan lebih lanjut terhadap kognisi hewan, terutama karena Kanzi – subjek penelitian ini – sudah tidak hidup lagi untuk berpartisipasi.

Penulis penelitian berharap hasil ini akan menginspirasi upaya konservasi yang lebih besar terhadap bonobo, spesies yang terancam punah, dan mendorong penelitian yang lebih luas mengenai imajinasi hewan. Kemampuan untuk membedakan antara kenyataan dan kepura-puraan mungkin hanyalah salah satu bagian dari teka-teki besar seputar kecerdasan hewan.

Попередня статтяPembuat Memecahkan Masalah Kipas Langit-Langit yang Mengganggu Dengan Perbaikan Cetak 3D